11/11/2021 1 Timotius 6:11-21 "Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan." (1 Timotius 6:11) Apabila manusia mendapatkan predikat yang baik, maka ia akan senang dan semakin termotivasi untuk hidup dengan lebih baik.Bahwa manusia biasa merencanakan apapun, bisa melakukan apapun, tetapi Tuhan yang punya kuasa untuk menentukan semuanya. Salah satu sumber kegagalan manusia adalah kesombongan/kecongkakan, dan Menganggap dirinya, atau kelompoknya lebih dari orang lain.
Manusia Berencana, Manusia Menentukan Hasanudin Abdurakhman - detikNews Senin, 26 Nov 2018 10:42 WIB Hasanudin Abdurakhman (Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom) Jakarta - Ketika Christopher Columbus berangkat meninggalkan Spanyol pada 3 Agustus 1492, ia tidak menyangka bahwa akan menemukan benua baru yang kelak diberi nama Amerika.
Tuhan sudah merencanakan hidup ciptaan-Nya ketika dilahirkan ke dunia, dan memberikan hak kepada manusia untuk menentukan jalan hidupnya. namun kebanyakan manusia kepintaran menentukan jalan hidupnya sendiri dengan menggunakan pemikiran sendiri, bukannya kehendak Tuhan!
" Manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan " Kalimat diatas, menandakan bahwa manusia dapat memiliki rencana hidup agar bisa mencapai cita-cita nya, namun Ketika Tuhan menentukan jalan lain dalam hidup manusia, sebagai manusia harus menerima dan menjalani dengan ikhlas kehendakNya, agar hidup kita tetap bahagia.
Amsal 16:9. Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. i. Hati manusia merancangkan jalannya, tetapi TUHAN yang menetapkan langkah-langkahnya. Bahwa hati manusia memikirkan jalannya, tetapi Tuhan yang menentukan segala langkahnya.R5bA. 28761333323194887184440